Senin, 19 November 2012

doa cinta



Inikah musim rintik air itu?
musim dimana  banyak  udara  rindu  menguap menjadi awan peneduh
membawa butir kesunyian menjadi keagungan yang selalu dipuja pelukis langit
bersahutan  membisikan bahwa aku mencintamu aksara di tulus senyumu
jujur aku tak bisa meloloskan diri dari doa cinta yang kau ucap….


Adakah saksi yang mau kau terangkan pada gelap?
Dikala  garis takdir mengukir mu dalam kerapuhan
Dalam lingkaran kambium yang terjauh  dari ruh jiwamu
Yang mungkin melemahkan  mimpi
Menjadi badai di savana hijau langkah mu

Sungguh aku masih ingin menggenggam jemarimu yang lembut…..
Menghisap cahaya hangat yang baru setitik kau beri
Aku masih meracau bila mengingat kerling sudut matamu yang mengunci makna
Karena ku belum lama menatap senja di lingkaran langitmu

Jangan merapuh jinggaku…
Aku tak ingin doa panjangku tanpa wajahmu
Siapa yang akan ku temui jika hanya lampu lampu malam tanpa ada senjamu?
Denting  parau suaraku tanpa lentik dawai sambutmu
Tetaplah menjadi cahaya indah di ruang waktuku
KARENA AKU LEMAH TANPA MU…


Jumat, 26 Oktober 2012

Ke Akuan ku...




Entah udara apa yang menekanku begitu kuat......
Aku begitu menggigil  terbeku diam tak bergerak..
Rinduku  begitu kuat menghujam terhadapmu
Menelantarkan akal sehat hingga melunglai gontai tak bernadi...


tak perduli seberapa lama aku menahan lunglai berontak fikiranku
tak perlu kau hitung lafadz keikhlsan doa dalam nafasku 
bukan untuk kau akui ....
aku hanya ingin  kau dalam warnamu,warna sederhana yang tak pudar

Apa yang dicintai matahari ketika kuntum bermekaran?
Sejuk pagikah...
Atau canda riang cahaya siang...
Terlalu banyak keindahan yang tercipta dikala langit terang

Aku seumpama  warna yang  tak  ada
Seumpama Rasa yang tak terasa
Apakah gelap itu ada jika tak ada terang...?
Apakah hangat itu tercipta jika tak ada kebekuan...?

Biarlah aku hanya menjadi  rintik redup kala dahagamu
Menjadi penerang kecil  kala gulitamu
Aku tak ingin diyakini..
Aku hanya ingin memberimu ketulusan dalam artiku
Hanya itu...
Mengertilah....











Senin, 03 September 2012

the soul....



telah lama aku megembara ke tanah yang jauh
hanya berbekal namamu yang terbawa dalam luas langit
walau dahaga menganga di hujan yang tak terbendung
entah keyakinan apa yang merenggut semua imagiku  
dan aku semakin terlarut dalam asap tujuh samudra mu
menenggelamkan keimanan dalam alur jauh nalar lelakiku

aku tak mungkin meninggalkan mu dikiri arahku
karena kau adalah angin utaraku...
aku tak mungkin menikam mu hingga jauh...
karena kau adalah buah khuldi ku di kuil ku
takala Adam belum tergoda bingar dunia
kau adalah susunan abjad tanpa titik


aku tak pernah membedakan antara mencinta atau membecimu...
aku tak pernah menolak atau menanti takala bumi memeluk aku
semua itu sudah dalam kaidah janjiku pada langit
tak perduli musim berubah dari jingga menjadi biru
aku adalah poros yang tak bertumpu pada sumbu kala di sisimu
aku adalah dzat yang ada pada pohon abadi di hijau musim semimu

ada dan tiada mu...
kau adalah keabadian ku 

















 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo