Jumat, 08 Agustus 2014

janji







Ini adalah rahasia hati
Dimana suara tak mungkin terdengar riuh
Dimana gaduh tak mungkin bergemuruh
Ini adalah janji matahari pada pagi
Ini adalah ikrar air pada bumi
Sejauh dia pergi
Dia akan kembali

Aku sudah berjanji pada Rabb ku
Bahwa ini adalah cinta
Dia menitipkan cinta itu seperti dia titipkan Khadijah pada kekasih Mu Rosullulah
Walau hanya cinta berbalut doa
Walau cinta tak bersua raga

Kekasih ..
Jika langit saja begitu setia pada senja
Mengapa aku tidak?
Jika daun gugur saja bisa menumbuhkan tunas
Mengapa kamu tidak?

Aku adalah sunyi
Aku adalah diam
Aku adalah rindam yang tak berujung
Kamu adalah aksara terindah yg pernah ku susun dalam syairku
Kamu adalah keabadian yang aku sebut CINTA


Senin, 12 Mei 2014

JINGGA





Aku mulai merasa berdosa pada langit
Membiarkan ujung jari jari ini terus berkata sombong..
Padahal dia sudah mengaduh gaduh tentang rindu 
Langit tidak berdiam 
Langit terus bergunam 
bahwa aku butuh hadirmu untuk peneduh jiwa ragaku

Aku hanya perduli kepada siapa aku 
Tanpa perlu memelas pada ke akuan ku bahwa aku hanya desir angin kecil di samudra badai keangkuhan
Aku hampir mati lemas tak bernadi
Begitu kerontang aku setelah langit tak berongga
Aku hanya bisa berbisik pada samudra 
Hantarkan uap udara pada langit jingga

Ijinkan aku memberi  cinta di setiap hela nadiku
Cintaku adalah doa doa di tengadah sepertiga malam terjagaku
Langit adalah tempat semua ucap ku terdawam 
Jangan tertidur indahku...
Jangan kau simpan dendam rindam 
Kamu adalah takdir bahagiaku
Kamu adalah  munajat terakhir di ujung nafasku




Senin, 11 November 2013

sajak angin





Kutulis sajak ini takala hujan gerimis
Ketika kaki kaki air menyentuh bumi  dengan deras
Aku berdoa pada angin…
Berhentilah berhembus raja udara
Aku ingin menatapmu tanpa derai hujan

Agar aku bisa menggegam mu dalam  tabah
Tanpa sejengkal pun ku goyah dalam asa
Karena Kamu adalah keindahan di ujung pelangi
Walau garis lengkung mu tak sempurna
Bias ikhlas  mu yang membuatku mencinta

Rahim Hawa mu melahirkan surga kecil
Yang ku sebut malaikat malaikat suci
Aku iri pada cara mu membelai  tubuh mungil malaikat malaikat mu
Kamu takan tau betapa aku mengakui
bahwa indah mu adalah bunga dari keikhlasan

aku pernah berdiri di pusaran angin
hanya tuk mencari ujung  cahaya mu
menjadi  pengembara ….
hanya tuk menemukan mu dalam  serpihan terkecil cinta
aku takan menyerah menemukan mu hingga ku kembali pulang


http://4.bp.blogspot.com/-5thVJT7u99U/Uhgo-GtS8OI/AAAAAAAAATk/8POO2faBEIk/s1600/sign.png

 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo