Sabtu, 21 Februari 2015

i love you in Braga





malam itu hanya kau dan aku
dua wajah
dua hati satu genggaman
satu cinta...

malam itu bintang bintang bermunculan
hanya sekedar ingin menunjukan kepada bulan
ada dua insan yang sedang meracik rindu
meramu kegelisahan yg terpendam menjadi madu

malam itu tiada kau atau aku
hanya desir hangat yg mengalir menelanjangi rasa
meluluhkan keraguan menjadi keyakinan
walau kadang nafas ini lambat menghela karena rona mu

malam itu aku coba mengungkapkan cinta 
arti cinta yang kupahami 
meski itu rahasia hati
tetapi harus kunyatakan demi keindahan mu 

malam itu aku dalam lautan gelisah
saat ku kecup mawar mu
saat kamu menutup rapat bibirmu
saat pintu itu mulai terbuka dan kamu pergi

malam itu aku dalam diam
malam itu aku dalam munafik yang tajam
malam itu aku pegangngi waktu
jangan bergegas aku ingin tetap didekapmu

Kamis, 25 Desember 2014

tiga purnama








Sudah tiga purnama aku tak memandangmu
Bersembunyi dibilik jiwa yang luka
Melemahkan rindu yang tersentuh rima

Aku tahu kamu mencoba menjauhi jendela hati
Membelakangi pintu yang dulu kamu buka untuk membiarkan sejuk itu masuk

Aku datang dengan gengam cahaya 
Aku hanya membawa ikhlas
Melawan yang kau sebut tandus jiwa
Menghampiri di sisipan embun diujung daun

Dulu tak ada gundah ketika kurangku terbias jelas dihadapmu
Kini ada risau di setiap pagiku
Gundah di gelap malam ku
Cahaya itu kau redupkan ketika senja hampir dalam lingkar sempurna

Ketika kau masih disisiku 
Kau adalah pijar disetiap gerak ku
Pemandu hati yang redup....
Kamu laksana gemerlap suar di gelap samudra

Percayalah derap hati ini selalu tertuju padamu
Ketika sepi menyentuhku 
Hanya asamu yang mampu menghangatkan hasrat sunyiku

Untuk kali ini aku memohon kepada Tuhan ku 
Ijinkan dirimu hadir bersama hariku di derasnya waktu

Demi masa yang kulalaui dengan sendiriku
Demi asa yang ku arungi dengan tabahku 
Aku mencintai mu SUNGGUH

Minggu, 07 Desember 2014

sunyi

aku ambil pena 
diam 
lalu kubuang...

aku ambil malam
diam 
lalu aku hening

aku ambil sunyi
diam
lalu aku berdoa

jemariku kini kaku tak bertulang otot
pikiranku jengah di ruang kosong
jiawaku kini terbenam di palung samudra terdalam

aku begitu tersiksa rasa
aku termakan iba
aku menjadi jasad tak berjiwa di belantara akal ku


 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo