Sabtu, 24 Agustus 2013

semesta hati








aku ingat hari ini....
ini adalah hari dimana semesta bertasbih
semua begitu terang benderang
berjuta cahaya memancar ke langit bingar
kumandang pujian begitu kekal terhantar
tapi ada satu cahaya yang tertinggal.....
tersipu di awan kecil yang genit
sinarnya tak tertandingi kilaunya

apa yang dia tunggu?
ah...kiranya dia sedang menunggu raja angin datang
membawa pujian kata kata tuk mengisi kantung kirana cintanya
dia kan semaikan abjad abjad cinta  tuk hilangkan igauan lembar hati

adinda, aku bukankah penyair tinta emas yang pandai merajuk 
aku hanya pelukis langit 
lukisan ku hanya berbingkai semilir angin dan kuas jerami
garis yang ku gambar pun kadang tak utuh jika kau pandang 
begitu sederhana ......
sungguh aku ingin melukiskanmu sempurna dalam romansa ku
 

entah sampai kapan kan ku gores garis garis lengkung pelangimu
selama langit bertiangkan gunung
selama akar pohon tak berhenti menggantung pada bumi
selama angin bermanja pada desirnya 
percayalah....
aku kan tetap memuji mu dengan tasbih kayu pemberianmu
dalam doa yang terhantar kala malam diujung pagi
kala batas senja dan gelap berganti.



happy birth day adinda 8813

2 komentar:

Tamada rina5517 mengatakan...

Saat pujian dan sanjungan untuk NYA terlantun dg indah
Gemuruh hati smakin bergelombang membawa alunan cinta dalam lautan asmara cinta pada sang KHALIk

IrmaSenja mengatakan...

Terima kasih untuk puisi indah ini,...
Kado manis yang kubaca tepat dimalam ulang tahunku.

Diksimu tidak sederhana,
tentang kerendahan hati seorang penyair langit.
Yang selalu mendawamkan keindahan Sang Maha,
yang slalu menyertakan doa-doa.

Hari itu semesta bertasbih, angka usiaku bertambah
jatah hidupku didunia berkurang.
Bahagia bertambah usia di hari kemenangan,
dan puisimu membuatnya semakin istimwa.

Hatur nuhun sangat A :)

Poskan Komentar

 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo