Kamis, 01 Maret 2012

aku hanya lelaki....






Apa yang harus ku ikuti terang mataharikah...
Atau temaram gelap malam ?
Hatiku tak ingin bertengkar dalam redup mengikutimu
Asa ku terlalu tinggi memandangmu hingga jauh
Jauh memandang ke batas dimana ada langit yang kau kagumi

Aku baru tahu ternyata kau menyimpan kekaguman pada matahari
Ah... hampir terbakar aku menghirup aroma nya
Aku hampir terjatuh  hitam legam ditempatku berdiri
Nadiku bergerak tak berotasi lumrah....
Tubuhku melunglai  laksana daun kering terhembus angin barat...

Aku hanya lelaki..
Wajahku terbuat dari lempung hitam
Tapi hatiku terbuat dari genting kaca
Getas meretas menahan terik matahari...
Meradang  kala telaga rindu tak terbendung
sadarkah? kau telah membuatku jatuh dilantai dan terberai...


                                                                         Elgibran4pj

10 komentar:

wanita wanita wanita mengatakan...

ada yang cemburu....

Hairun NisYa mengatakan...

Huusst ada yang cemburu nih...

elgibran mengatakan...

Nisya..punya resep anti cemburu??

Senja mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
elgibran mengatakan...

hatur nuhun teh senja..
semoga "dia" mengerti..

Adang N M I mengatakan...

beuhh mantap .... semangat berkaruya dan berbagi ya..
kunjungan pertama
salam kenal dan follow juga
Revolusi Galau
ya

daur ulang mengatakan...

GAn penulisan nya menarik , gaya bahasa yang di gunakan sastra bgd yak....

salam kenal pertama kali mampir nih gan...aku follow yah... foback juga yah

Hairun NisYa mengatakan...

Mampir lagi sobat,

elgibran mengatakan...

hatur nuhun Nisya :)

elgibran mengatakan...

terima kssih apresiasinya ,"daur ulang"
tetap berkarya...

Posting Komentar

 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo