Kamis, 28 April 2011

jelaga..











maaf jika kau bosan ku mengaduh...
karena ku rapuh
karena jelaga sepi menggelayuti
karena ku penat
dengan sendiriku...

denganmu aku 
tak ingin waktu berlalu
menghempas kan luka perih..
begitu tulus...
kau menghargai dingin embun pagi..
menghampiri matahari dengan pelukan
melewati roh subuh yang menggigil..

mungkinkah kita satu hati
dalam ukuran partikel yang terkecil..
yang ku sebut cinta
berucap bahwa kau adalah nafas kecilku
dalam langkah ramai dan sepiku..
dalam gelap dan terangku..
adinda...
sadarkan aku...
jika kau adalah aku

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Puisi Dua Hati Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo